Site icon Lapor Situs BO Penipu

Modus Baru Situs Berbahaya 2025, Mengintai Dalam Iklan Malvertising

Modus Baru Situs Berbahaya 2025, Mengintai Dalam Iklan Malvertising

Di era digital 2025, malvertising menyebarkan malware lewat iklan berbahaya yang sulit dikenali pengguna internet.

Iklan yang tampak biasa dan sah ini menyembunyikan malware dan penipuan yang dapat membahayakan perangkat hingga mencuri data pribadi korban. Memahami pola dan cara kerja malvertising menjadi kunci agar pengguna tetap aman saat berselancar di dunia maya yang penuh jebakan berbahaya tersebut.

Di bawah ini akan membahas berbagai modus baru situs berbahaya tahun 2025 yang mengintai pengguna melalui iklan malicious agar Anda dapat lebih waspada dan melindungi diri saat berselancar di dunia maya.

Apa Itu Malvertising dan Mengapa Semakin Marak di 2025?

Malvertising atau malware advertising merupakan teknik kejahatan siber yang memanfaatkan jaringan iklan digital resmi untuk menyisipkan kode berbahaya ke dalam iklan yang tampil pada situs populer. Iklan ini menyamar seperti konten legal dan menarik sehingga pengguna tergoda mengkliknya.

Teknologi penyebaran yang semakin halus di tahun 2025 memungkinkan para pelaku memanfaatkan platform iklan yang luas dan terintegrasi, menjadikan malvertising salah satu ancaman utama keamanan daring.

Cara Kerja Modus Baru Iklan Berbahaya

Pertama, penjahat siber menyisipkan kode malware ke dalam iklan digital sebelum disebarkan melalui jaringan periklanan yang terpercaya. Iklan berbahaya lalu muncul pada berbagai situs, termasuk portal berita atau situs hiburan populer.

Ketika pengguna mengklik iklan tersebut, mereka dialihkan ke situs yang mengandung malware atau skema phishing. Beberapa serangan bahkan dapat berlangsung tanpa klik pengguna melalui teknik drive-by-download. Siklus berulang ini terus berkembang dengan metode baru untuk menghindari deteksi sistem keamanan.

Baca Juga:

Modus Iklan Captcha Palsu

Modus baru yang semakin marak adalah penggunaan iklan yang menampilkan captcha palsu atau verifikasi “Saya bukan robot”. Iklan pop-up ini menutupi layar, memancing pengguna mengkliknya. Namun, klik tersebut justru mengarahkan korban ke halaman berbahaya yang meminta verifikasi palsu.

Teknik ini bertujuan menipu pengguna agar mengunduh malware atau mengungkapkan data pribadi secara tidak sadar. Modus ini membuktikan bagaimana iklan berbahaya dapat memanfaatkan elemen keamanan seperti captcha untuk menipu.

Dampak Berbahaya Serangan Malvertising

Pengguna yang terjebak malvertising berpotensi mengalami kerugian besar, mulai dari infeksi malware yang merusak sistem hingga pencurian data pribadi penting.

Contohnya, laporan terbaru menunjukkan hampir satu juta perangkat di seluruh dunia terinfeksi malware akibat iklan berbahaya dari situs streaming video bajakan pada 2025. Malware ini mampu mencuri informasi sistem dan mengendalikan perangkat dari jarak jauh, mengancam privasi dan keamanan digital pengguna secara serius.

Cara Melindungi Diri Dari Modus Iklan Berbahaya

Langkah utama melindungi diri yaitu waspada dan kritis terhadap iklan yang muncul saat berselancar, terutama yang menawarkan hal terlalu menggiurkan atau minta klik verifikasi. Penggunaan ad blocker efektif mencegah munculnya iklan berbahaya dan pop-up.

Selain itu, selalu update antivirus dan jangan mengunduh software dari sumber tidak jelas untuk menghindari malware. Terakhir, periksa URL dan situs dengan sertifikat SSL untuk memastikan keamanan, dan jangan memasukkan informasi pribadi sembarangan.

Dengan pemahaman cara kerja dan modus baru situs berbahaya lewat iklan malicious di 2025, pengguna dapat mengambil langkah pencegahan tepat agar aktivitas online tetap aman dan terlindungi. Selalu jaga kewaspadaan dan gunakan teknologi keamanan terbaik demi menghindari jebakan digital yang semakin licik dan berbahaya.

Simak dan ikuti terus Lapor Situs BO agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang terupdate setiap hari.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari www.forenova.com
  2. Gambar Kedua dari csirt.bpbatam.go.id
Exit mobile version