Site icon Lapor Situs BO Penipu

Scam di NTB Raup Kerugian Rp46,45 Miliar, Modus Hotel Fiktif Terungkap

Rp46,45 Miliar, Modus Hotel Fiktif Terungkap

Rp46,45 Miliar, Modus Hotel Fiktif Terungkap

Kasus penipuan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengejutkan publik setelah merugikan korban hingga Rp46,45 miliar.

Modus terbaru yang terungkap adalah reservasi hotel fiktif, di mana korban mentransfer uang untuk booking hotel yang sebenarnya tidak ada. Polisi setempat sedang melakukan penyelidikan intensif, mengimbangi peningkatan korban. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat lebih berhati-hati.

Simak informasi lainya yang lagi menggemparkan masyarakat tentang penipuan online hanya ada di Lapor Situs BO Penipu.

Scam di NTB Rugikan Korban Rp46,45 Miliar

Kasus penipuan atau scam di Nusa Tenggara Barat (NTB) menimbulkan kerugian fantastis, mencapai Rp46,45 miliar. Polisi mencatat, korban penipuan tersebar di berbagai wilayah di provinsi tersebut dengan jumlah yang terus bertambah seiring penyelidikan berjalan.

Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari investasi bodong, jual beli online palsu, hingga pemesanan jasa fiktif. Salah satu yang terbaru adalah scam dengan modus reservasi hotel fiktif, di mana korban membayar booking hotel yang sebenarnya tidak ada.

Pihak kepolisian setempat menyatakan kasus ini menjadi perhatian serius karena jumlah korban dan nilai kerugian yang besar, serta dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital dan jasa pariwisata lokal.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

Modus Reservasi Hotel Fiktif Muncul

Kasus terbaru yang mencuat di NTB adalah penipuan lewat reservasi hotel fiktif. Pelaku menawarkan kamar hotel dengan harga menarik melalui media sosial dan platform online. Korban yang tergiur kemudian mentransfer sejumlah uang untuk booking kamar tersebut.

Setelah pembayaran dilakukan, pelaku menghilang dan hotel yang dijanjikan ternyata tidak ada. Banyak korban baru menyadari penipuan saat mencoba menghubungi pihak hotel atau melakukan check-in. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib, sementara penyidik mulai menelusuri akun pelaku dan aliran dana transaksi.

Modus ini memanfaatkan kelengahan masyarakat dan kepercayaan terhadap teknologi digital, terutama di masa pemulihan pariwisata pasca-pandemi. Polisi menekankan bahwa korban harus lebih berhati-hati dan memverifikasi informasi sebelum melakukan pembayaran.

Baca Juga: Modus Baru Maling M-Banking Mengintai Nasabah Jelang Lebaran

Upaya Penegakan Hukum dan Investigasi

Kapolres setempat, AKBP I Made Agus, mengatakan pihak kepolisian telah membuka laporan resmi dan melakukan penyelidikan intensif. Beberapa pelaku sudah diidentifikasi dan sedang dalam proses penangkapan.

Tim Reskrim melakukan pemeriksaan terhadap akun online dan transaksi keuangan yang digunakan oleh pelaku. Selain itu, polisi juga menggandeng pihak bank untuk menelusuri aliran dana dan memblokir rekening yang dicurigai.

“Kasus ini serius karena merugikan banyak orang. Kami mendorong korban untuk segera melapor agar proses hukum bisa berjalan cepat dan pelaku dapat ditindak tegas,” kata AKBP Agus saat konferensi pers di Mataram.

Imbauan dan Pencegahan untuk Masyarakat

Pihak kepolisian NTB mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi online, terutama untuk pemesanan jasa yang tidak dapat diverifikasi secara langsung. Mereka menekankan pentingnya memeriksa keabsahan pihak penyedia layanan, mengecek ulasan atau testimoni sebelumnya, serta memastikan metode pembayaran resmi dan terlindungi.

Polisi juga menekankan pentingnya cek ulang informasi, konfirmasi ke pihak resmi, dan hindari transfer uang sebelum jelas identitas penerima. Langkah ini dinilai efektif mengurangi risiko menjadi korban scam. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mendokumentasikan bukti transaksi dan menyimpan komunikasi dengan pihak penyedia jasa sebagai antisipasi

Selain itu, masyarakat didorong melaporkan segala indikasi penipuan ke pihak kepolisian agar penyelidikan lebih cepat. Edukasi digital bagi warga dan pelaku usaha juga dianggap penting untuk membangun ekosistem transaksi online yang lebih aman di NTB.


Sumber Informasi Gambar:

Exit mobile version