Tertipu Belanja Online? Ini Langkah Cepat Buat Laporin Kumpulkan Buktinya
Menjadi korban penipuan online salah satu bentuk yang paling sering terjadi mulai dari modus jual beli palsu, phishing, hingga penipuan investasi bodong.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang bingung dan ragu harus melakukan apa saat menjadi korban. Namun sebenarnya, kamu bisa dan harus melaporkan penipuan online. Dengan langkah yang tepat, bukti yang kuat, dan ketekunan dalam proses, laporanmu bisa membantu menghentikan pelaku, bahkan menyelamatkan korban berikutnya.
Dibawah ini Lapor Situs BO Penipu akan membahas cara melaporkan penipuan online secara lengkap, serta pentingnya mengumpulkan bukti dengan benar.
Kenali Jenis-Jenis Penipuan Online
Sebelum melapor, penting untuk memahami apakah kasus yang kamu alami benar-benar termasuk penipuan. Berikut beberapa bentuk umum penipuan online yang sering terjadi:
- Modus jual beli palsu di marketplace atau media sosial: Pelaku menjual barang dengan harga murah, meminta transfer, lalu menghilang.
- Penipuan via phishing atau link palsu: Kamu diarahkan ke situs palsu untuk memasukkan data penting seperti PIN, OTP, atau nomor kartu kredit.
- Penipuan investasi dan pinjaman online ilegal: Menjanjikan bunga tinggi atau pinjaman mudah, tapi ternyata fiktif.
- Penipuan undian atau hadiah palsu: Mengaku dari instansi resmi dan meminta sejumlah uang agar hadiah bisa dikirimkan.
Apapun bentuknya, jika kamu mengalami kerugian dan merasa tertipu, segera ambil tindakan.
Kumpulkan Semua Bukti Penipuan
Sebelum membuat laporan, hal paling penting adalah mengumpulkan bukti yang kuat. Bukti ini akan menjadi dasar saat melapor ke polisi atau instansi terkait. Berikut bukti-bukti yang sebaiknya kamu siapkan:
- Riwayat percakapan: Simpan semua chat atau pesan di WhatsApp, Telegram, DM Instagram, atau platform lainnya. Jangan hapus satu pun bagian, bahkan jika kamu merasa itu tidak penting.
- Screenshot transaksi: Dokumentasikan bukti transfer, nomor rekening tujuan, dan detail transaksi di m-banking atau internet banking.
- Akun media sosial atau marketplace pelaku: Catat username, link profil, dan aktivitas pelaku saat menawarkan barang atau jasa.
- Bukti iklan atau postingan: Ambil screenshot dari postingan palsu yang kamu temui, baik di grup Facebook, story Instagram, atau halaman penawaran.
- Nomor telepon/email pelaku: Ini sangat penting untuk dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti atau diblokir.
Ingat, semakin lengkap bukti yang kamu kumpulkan, semakin besar peluang laporanmu diterima dan diproses.
Baca Juga: Kominfo Jamin Keamanan WiFi Gratis Alun-Alun Pacitan Dengan Blokir Situs
Cara Melaporkan Penipuan Online

Setelah bukti dikumpulkan, kini saatnya melapor. Ada beberapa jalur yang bisa kamu gunakan:
- Datangi kantor polisi terdekat, terutama bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
- Bawa semua bukti fisik dan digital.
- Petugas akan meminta kronologi kejadian.
- Setelah laporan dibuat, kamu akan mendapat nomor laporan polisi (LP) sebagai bukti.
Jika kamu ragu untuk datang langsung, kini beberapa Polda juga melayani pelaporan online lewat situs resmi atau aplikasi seperti Propam Presisi dan Dumas Presisi.
- Buka situs: https://aduancontent.id
- Masukkan informasi akun pelaku, tautan situs/akun penipuan, dan bukti pendukung.
- Kominfo akan menindak akun atau situs penipuan dengan memblokirnya agar tidak memakan korban lebih banyak.
Tips Agar Tidak Terjebak Lagi
Setelah mengalami penipuan, tentu kamu tak ingin hal itu terjadi lagi. Berikut beberapa tips pencegahan:
- Selalu cek nomor rekening di situs cekrekening.id sebelum transfer.
- Waspadai penawaran yang terlalu murah atau terlalu bagus untuk jadi kenyataan.
- Jangan pernah memberikan OTP, PIN, atau data sensitif ke siapa pun, bahkan yang mengaku dari bank.
- Gunakan marketplace resmi yang punya sistem pembayaran aman dan rekening bersama.
Bagaimana Peluang Dana Bisa Kembali?
Banyak korban berharap uang yang sudah ditransfer bisa kembali. Namun, kenyataannya proses ini cukup sulit, tergantung situasi berikut:
- Jika pelaku masih menggunakan rekening aktif dan belum menarik uangnya, maka pemblokiran oleh bank bisa menyelamatkan dana.
- Jika pelaku menarik dana dengan cepat atau menggunakan akun palsu, maka proses hukum perlu dijalankan sampai pelaku ditangkap.
Meski tidak selalu berhasil mendapat uang kembali, laporanmu bisa mencegah korban berikutnya dan membantu pihak berwajib melacak jaringan pelaku.
Simak dan ikuti terus Lapor Situs BO agar Anda tidak ketinggalan informasi menarik lainnya yang terupdate setiap hari.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari www.sekitarbandung.com
- Gambar Kedua dari www.orami.co.id