Waspada! Marak Penipuan Online, BSI Ingatkan Cara Terhindar dari Modus
Waspada penipuan online! Bank Syariah Indonesia (BSI) mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap berbagai modus scam.
Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci agar dana dan data pribadi tetap aman. Simak tips BSI untuk memverifikasi informasi, melindungi kode OTP, dan menggunakan layanan resmi agar terhindar dari kerugian finansial akibat penipuan digital.
Simak informasi lainya yang lagi menggemparkan masyarakat tentang penipuan onlien hanya ada di Lapor Situs BO Penipu.
Marak Penipuan Online, BSI Imbau Warga Selalu Waspada
Bank Syariah Indonesia (BSI) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap maraknya penipuan online yang akhir-akhir ini meningkat signifikan. Pihak bank menegaskan pentingnya edukasi masyarakat agar terhindar dari kerugian finansial yang bisa menimpa siapa saja.
“Kasus penipuan online terus bertambah, baik melalui aplikasi, SMS, telepon, maupun media sosial. Masyarakat harus selalu berhati-hati saat menerima informasi atau permintaan transfer uang dari pihak yang tidak dikenal,” ujar perwakilan BSI saat konferensi pers, Rabu (28/1/2026).
BSI menekankan bahwa korban penipuan bukan hanya perorangan, tetapi juga perusahaan kecil dan menengah yang sering menjadi target scammer. Oleh karena itu, edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk melindungi aset dan data pribadi.
Modus Penipuan Online Yang Perlu Dikenali
BSI menyebut ada beberapa modus penipuan online yang sering ditemui masyarakat. Salah satunya adalah penipuan berkedok hadiah undian atau promo menarik, di mana korban diminta membayar sejumlah biaya administrasi atau transfer uang terlebih dahulu.
Modus lain adalah phishing, yaitu upaya mengambil data pribadi korban melalui email, situs palsu, atau pesan instan. Data seperti nomor rekening, PIN, dan OTP kerap dimanfaatkan oleh pelaku untuk menguras saldo korban.
Selain itu, penipuan yang mengatasnamakan pihak bank juga marak terjadi. Pelaku kerap menyamar sebagai customer service, meminta korban menekan link tertentu atau membagikan kode OTP untuk “verifikasi rekening”, padahal tujuannya adalah pencurian dana.
Baca Juga: Registrasi SIM Berbasis Biometrik Diharapkan Kurangi Penipuan Online
Tips BSI Agar Terhindar dari Penipuan
BSI menekankan beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan online. Pertama, selalu verifikasi informasi yang diterima melalui sumber resmi bank. Jangan langsung menanggapi pesan atau telepon mencurigakan.
Kedua, jangan pernah membagikan data pribadi, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku dari bank. Bank resmi tidak akan meminta informasi sensitif seperti itu melalui telepon atau pesan.
Ketiga, gunakan layanan resmi BSI, seperti aplikasi mobile banking, website resmi, dan customer service resmi. Pastikan perangkat yang digunakan terlindungi dengan antivirus dan jangan mengakses Wi-Fi publik untuk transaksi finansial.
Peran Masyarakat dan Lembaga dalam Pencegahan
BSI menegaskan bahwa pencegahan penipuan online tidak hanya menjadi tanggung jawab bank, tetapi juga masyarakat dan pihak berwenang. Masyarakat perlu melaporkan setiap upaya penipuan ke pihak kepolisian dan otoritas terkait agar tindakan cepat dapat dilakukan.
Pihak bank juga terus memperkuat sistem keamanan digital, termasuk algoritma deteksi transaksi mencurigakan, verifikasi ganda, dan edukasi berkala kepada nasabah. Hal ini bertujuan untuk menekan angka korban penipuan dan menjaga kepercayaan publik.
Selain itu, kampanye literasi digital semakin digalakkan. BSI bekerja sama dengan media, komunitas, dan pemerintah daerah untuk menyebarkan informasi tentang modus penipuan dan cara menghindarinya. Dengan kesadaran bersama, risiko kerugian akibat scam dapat diminimalkan.
Simak dan luangkan waktu anda untuk membaca agar tidak ada kejadian yang sama tentang penipuan onlien hanya ada di Lapor Situs BO Penipu.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama Lapor Situs BO Penipu
- Gambar Kedua money.kompas.com