Site icon Lapor Situs BO Penipu

Waspada! Modus Refund Palsu via QRIS Marak Menipu Pengguna

Palsu via QRIS Marak Menipu Pengguna

Palsu via QRIS Marak Menipu Pengguna

Waspada penipuan online terbaru! Modus refund palsu via QRIS kini marak menipu pengguna marketplace dan layanan digital.

Pelaku mengaku pihak resmi dan meminta korban memindai kode QRIS untuk klaim refund, namun dana justru hilang dari rekening. Kerugian bisa mencapai jutaan rupiah pastikan selalu memverifikasi kode QR, jangan bagikan PIN atau OTP.

Simak informasi lainya yang lagi menggemparkan masyarakat tentang penipuan onlien hanya ada di Lapor Situs BO Penipu.

Waspada! Refund Palsu via QRIS Marak Menipu Pengguna

Belakangan ini, kasus penipuan online dengan modus refund palsu via QRIS semakin marak. Pelaku menipu korban dengan mengaku sebagai pihak resmi dari marketplace atau penyedia layanan digital, lalu menawarkan pengembalian dana atau refund melalui kode QRIS yang disiapkan.

Modus ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi pembayaran digital. QRIS yang seharusnya mempermudah transaksi kini disalahgunakan sebagai alat untuk melakukan fraud online. Tidak jarang korban hanya menyadari penipuan setelah transaksi berhasil dilakukan dan dana hilang dari rekening.

Pihak kepolisian dan otoritas perbankan menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi pengguna layanan digital. Mereka memperingatkan agar setiap transaksi refund melalui QRIS dicek kebenarannya terlebih dahulu. Modus ini disebut lebih berbahaya karena pelaku bisa mengakses rekening korban.

Cara Kerja Penipuan Refund Palsu via QRIS

Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial dengan mengaku sebagai customer service resmi. Mereka meyakinkan korban bahwa ada kesalahan transaksi atau refund yang harus segera diklaim. Selanjutnya, korban diminta untuk melakukan scan QRIS yang dikirim pelaku.

Setelah QRIS dipindai, dana korban langsung berpindah ke rekening pelaku. Sering kali, korban percaya bahwa QRIS tersebut adalah mekanisme resmi untuk menerima refund, padahal sistem pembayaran digital telah dimanipulasi. Kasus ini banyak menimpa pengguna marketplace populer, e-wallet, maupun pembayaran digital lainnya.

Modus lain yang digunakan pelaku termasuk berpura-pura membantu pengembalian dana dari tagihan belanja online atau bahkan mengaku pihak bank. Pelaku kerap menciptakan tekanan seolah-olah refund hanya berlaku dalam waktu terbatas, sehingga korban bertindak tergesa-gesa dan tidak memverifikasi keaslian QRIS.

Baca Juga: Waspada! Marak Penipuan Berkedok Memuluskan Tender Proyek

Dampak Penipuan dan Kerugian Korban

Kerugian akibat penipuan refund palsu via QRIS bisa mencapai jutaan rupiah per kasus. Korban tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga mengalami stres dan kesulitan mengurus laporan ke pihak bank atau marketplace. Banyak korban baru sadar setelah transaksi tidak bisa dibatalkan dan dana mereka hilang.

Selain kerugian finansial, penipuan ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Padahal QRIS dan layanan e-wallet seharusnya memberikan kemudahan dan keamanan transaksi. Modus penipuan seperti ini menjadi ancaman serius, terutama bagi masyarakat yang kurang melek digital.

Pihak bank dan regulator perbankan mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kode QR sebelum melakukan transaksi. Penting juga untuk memastikan kode QR berasal dari sumber resmi dan tidak mengandung unsur rekayasa atau manipulasi.

Cara Aman Menghindari Penipuan Refund QRIS

Untuk menghindari modus refund palsu via QRIS, masyarakat disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan scan QR yang diterima melalui chat, telepon, atau media sosial. Pastikan refund berasal dari akun resmi marketplace atau bank. Konfirmasi langsung melalui aplikasi resmi atau customer service resmi sebelum melakukan transaksi.

Selain itu, jangan pernah membagikan kode OTP, PIN, atau data sensitif lainnya kepada pihak manapun, termasuk yang mengaku sebagai pihak resmi. QRIS hanya boleh digunakan di merchant resmi dan di bawah pengawasan aplikasi pembayaran terpercaya.

Pendidikan literasi digital juga sangat penting. Masyarakat harus memahami modus-modus penipuan terkini agar tidak menjadi korban. Pemerintah, lembaga keuangan, dan platform digital kini gencar melakukan sosialisasi mengenai keamanan QRIS.

Simak dan luangkan waktu anda untuk membaca agar tidak ada kejadian yang sama tentang penipuan onlien hanya ada di Lapor Situs BO Penipu.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari inet.detik.com
  2. Gambar Kedua dari parapuan.co
Exit mobile version